UNDER MY COVER

Akhir yang Manis

HDhut.blogspot.com (21)

Aku menangis
Menyimak cerita ini
kisah nyata ajal seorang pasien pria
oleh dr. Arif begitu menyentuh nan gerimis

tatkala pupilnya tak lagi bereaksi atas cahaya
jika ada nafas, tinggal menunggu habis
jika ada nadi, tinggal menunggu henti
maka sang dokter, meraba dadanya, berharap sesuatu

leb bebb.. leb beb.. leb beb..
begitu mestinya

Namun,
tatkala stetoskop direkat ke telinga
tahukah kau apa yg terdengar?
Suara Azan

“Allaahu Akbar.. Allaahu Akbar..”
“Allaahu Akbar.. Allaahu Akbar..”
“Suster, ini jam berapa..?” tanya sang dokter “sudah subuh ya?”
suster melirik jam tangannya “masih jam 2 dok.”
dokter melepas stetoskopnya, hening..
hanya sayup sunyi dini hari
lalu dipasang lagi

“Asyhaduallaa ilaaha illallaah..
Asyhaduallaa ilaaha illallaah..”

Stetoskop dilepas, hening kembali
Sungguh.. tidak salah lagi, suara ini..
sembari memasang stetoskop lagi
tanpa terasa sang dokter berkaca-kaca
seolah lantunan ini menuntunnya mengikuti bacaan

“Asyhaduanna MuhammadarRasuulullaah..
Asyhaduanna MuhammadarRasuulullaah..”

mata yg sedari tadi berkaca-kaca
kini meleleh membasahi pipi
Allaahu Akbar.. agungkan Tuhanmu
sebesar-besar keagunganNya
Asyhaduallaa ilaaha illallaah.. Hanya Allah saja
segala sembah, penghambaan untukNya
Asyhaduanna MuhammadarRasuulullaah.. ikuti sunnah
hiasi akhlak pada sesama
sang dokter mulai terisak

“Hayya’alashsholaah.. Hayya’alashsholaah..”

tunaikan kewajiban
bersabar & minta pertolongan
sebelum kita diistirahatkan
dalam peristirahatan sesungguhnya

“Hayya’alal Falaah.. Hayya’alal Falaah..”

maka, hanya dengan itu
Demi keperkasaanNya
kita pantas dimenangkan
sebagai balasan dan rahmat dari Rabb semesta alam
janggut sang dokter telah basah

“Allaahu Akbar.. Allaahu Akbar..”

apabila datang pertolongan Allah
dan kemenangan, agungkan kembali Tuhanmu
dan mohon ampun yg banyak
sebab tidaklah ia datang melainkan atas izinNya

sang dokter tunduk khidmat
matanya menitikkan bening yg syahdu
bahunya terguncang-guncang
ia tersedu, tergugu mengeja lantunan terakhir

“Laailaaha Illallaah..”

setelah sesak sesaat
menyeka linangan air matanya
sang dokter menghela nafas
apalah lagi yg kita cari selama hidup
selain lafaz kalimat ini

suara mendayu azan itu, akhirnya
terhenti oleh bunyi panjang monitor elektrokardiograf
flat line sebagai tanda jantungnya telah berhenti

akhir yg manis.. :’)

@daniAlbanjary

Advertisements
This entry was published on May 20, 2013 at 4:07 pm. It’s filed under Stories & Profiles and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

9 thoughts on “Akhir yang Manis

  1. aftaedd on said:

    Subhanallah, ini kisah nyata yah? tapi sekalipun bukan, ini benar-benar sentilan hati. Great post 🙂

  2. apa kisah ini benar-benar terjadi?
    detak jantung yang fantastis.

  3. Ana takut bacanya, hhe

  4. bergetaran dada saya membacanya…

  5. glek. terima kasih sudah diingatkan oleh kisah yang …. aduh (baca lagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: