UNDER MY COVER

Laut Jawa

02-jpg_062458

Gedambaan, musim hujan 2007

Saat fajar mengintip, mentari memperlihatkan Jidatnya menyilau di depan bukit Sebatung, kaki bukitnya langsung menyentuh bibir pesisir tempat kami berdiri, dan terompah ini telah basah berulang kali dikecup air laut, maju mundur tapi tetap tenang. “Kau yakin mau ke sana?”

“Aku yakin sobat.” Mantap. Sambil ku tersenyum tanpa menoleh padanya, dia yang saat itu di sampingku, masih gemetar setelah habis subuh tadi ku mengajarinya naik sepeda motor. Kami rehat sejenak memandangi laut, sebenarnya bukan lautnya tetapi di sana pasti ada daratan lagi.

Seharian kemarin serasa mimpi itu semakin dekat dan dekat akan terwujud. “Aku ingin tahu ada apa di seberang sana?” Aku ingin melakukannya di sana, menyentuh orang-orangnya, melihat budayanya, mendengar bahasanya. Setelah melobi ayah aku rasa ini kesempatan, yakin dia pasti berpandangan selangkah lebih maju dari yang lain. Penduduk Pulau Laut memang masih terpasung dalam opini ciptaan mereka sendiri. Sekolah sampai SMA saja itu sudah membanggakan, kau bantu kami berdagang lebih baik daripada habiskan uang untuk kuliah.

“hmm, berjuanglah kawan, setahun lagi aku menyusulmu.” Ratusan bagang di sana masih berlampu, bagus, seperti seribu kunang-kunang yang menyisir permukaan laut. Entah sejak kapan bagang-bagang itu berdiri. Di sana mereka semalaman menunggu hasil tangkapan. Dan pagi-pagi buta perairan selat sudah bising oleh kapal nelayan yang kembali membawa ikan-ikan segar untuk siang ini. Dan tak ada jaminan di kehidupan esok hari atau lusa nanti. Sedikit, namun itu adanya.

Sesaat hening, kami masih menatap nanar hingga mentari sepenggalan naik, kami pulang, membawa masing-masing cinta yang belum tahu diberikan untuk siapa.

*Bersambung…

@daniAlbanjary

Advertisements
This entry was published on May 12, 2013 at 8:09 pm. It’s filed under Stories & Profiles and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

5 thoughts on “Laut Jawa

  1. penasaran kelanjutannya. bahasa yg digunakan bagus. seperti narasi andrea hirata.

  2. nunggu sambungan…..
    *kaka, yisha ngga paham gimana menjelajai blog kaka…… 😥

  3. ah indah nian laut jawa ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: