UNDER MY COVER

Press Release Seminar Nasional Kehalalan Pangan Poltekes Malang

Assalamu’alaikumw

Bismillaah, Sang Pembuka Keberadaan.
Alhamdulillah, Pewujud dari setiap keberadaan.
Laa ilaaha illaallah, Penyatu mutlak dari setiap ketiadaan!
Allahu Akbar, dari-Nya ‘amr diturunkan dan pada-Nya tempat kembali!

Semoga berkah Allah dilimpahkan kepada orang pertama yang datang menuju keberadaan dan pertama dalam Keberadaan, Rasulullah Muhammad SAW.; seorang yang membuka jalan masuk bagi setiap saksi dari dua kehadiran: saksi dan menyaksikan; seorang yang mengetahui rahasia dan memanifestasikan cahaya, Tujuan dan Maksud Sejati; seorang terpilih yang ditetapkan dengan tingkat tertinggi dalam ranah penciptaan; ruh paling suci dan mulia serta cahaya paling sempurna dan bersinar terang benderang.

Di tengah kebanyakan orang sudah tidak peduli lagi dari mana asal makanannya, sumber energinya, sumber nutrisinya, banyak informasi menarik di SemNas Kehalalan dan keamanan pangan IMMPPG Poltekes Malang, Minggu 11/12. Penulis merincinya dalam anggitan berikut ini; Bapak Agus Heri Santoso, STP. M.si pada paparannya tentang ‘Makanan Sehat’ menjelaskan bahwa bicara kehalalan pangan bukan hanya pada lingkup sekedar kita masuk ke sebuah kubangan yg di situ tercelup hanya sampai tumit saja, namun itu adalah bahasan yg sebuah gedung pun bisa masuk ke dalamnya. Begitu luas dan dalamnya wacana kehalalan pangan ini. sampai2 Allah membuatkan surat cinta spesial untuk kita yg berjudul Hidangan (Al Maidah).

Seperti metode Nabi begitupun para Ulama mencontoh beliau SAW, bahwa dalam mendeskripsikan sesuatu harus ada pembandingnya. Semisal iman-syirik, syukur-kufur, taat-durhaka, dll. Ibnul Jauzy memiliki batasan sehat dengan menghadirkan pembandingnya, sakit. Menurutnya sakit adalah suatu kondisi ketidakmampuan tubuh atau bagian tubuh melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Mata kita dapat melihat dengan sempurna tanpa kacamata, berarti ia sehat, kaki dapat melangkah dengan sempurna, berarti ia juga sehat. Hati yang tidak ikhlas beribadah, berarti ia sakit. Singkatnya makanan sehat harus dapat memenuhi sesuai proporsi, menyediakan nutrisi tubuh dengan baik.

Apa pengaruh makanan terhadap kesehatan hati? kita tidak perlu kuliah di kedokteran untuk mengerti ini. Simple saja, makanan akan dicerna di lambung. Diserap oleh usus menjadi sari makanan atau sisa metabolsme. Sisa2 itu mengandung kotoran, radikal bebas, dan sedikit toksin (racun). Kemudian diangkut oleh darah, lalu disaring oleh ginjal dan hati. Itulah sebab kenapa darah dianggap kotor dan tergolong najis. Itulah pula kenapa darah hewan ternak yg telah disembelih harus dikeluarkan sampai habis. Itu pula yg menyebabkan orang gagal ginjal tidak pernah merasa enak makan. Jantung, Hati dan Ginjal, ketiga organ inilah yang menjadi ‘terminal’ pemberangkatan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Nabi mengatakan setiap perbuatan manusia tergantung isi hatinya, saat itu beliau menunjuk ke arah jantung. Karena ia berdetak sendiri tanpa kontrol otak.

Dari Abu Hurairah r.a. yang diriwayatkan imam Muslim untuk kita bahwa Nabi pernah mencontohkan seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit: “Ya Rabbi! Ya Rabbi !” sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia kenakan dari harta yang haram, ia dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin doanya diterima.

Lalu apa pengaruh makanan terhadap kesehatan jasmani? Ibnul Qoyyum membuat 3 tingkatan mekanan terkait dengan tubuh manusia yaitu; tingkat yang dibutuhkan, tingkat memadai, dan tingkat berlebihan. Adapun para Nabi dan Rasul tergolong dalam tingkatan yang pertama, mereka hanya akan makan ketika membutuhkan. “Tidak ada bejana yang lebih buruk” demikian Nabi bersabda dalam riwayat Tirmizi “yang diisi oleh manusia, daripada perutnya sendiri. Cukuplah seseorang mengkonsumsi beberapa suap saja yang dapat menegakkan tulang punggungnya, kalau terpaksa maka ia bisa isi 1/3 perutnya untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisa lagi untuk nafasnya.” Cukup 1 piring nasi 125 gram untuk sepertiga perut kita, 1 gelas air 230 ml mengisi sepertiganya lagi, dan sisanya biarkan untuk bernafas.

“dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya”
(QS. Al Maidah: 88)

Sesungguhnya Allah baik dan tidak mengabulkan (menerima) kecuali yang baik-baik. Tetap perhatikan apa2 yang masuk ke dalam bejana terburuk kita (perut). Halal, Thoyyib (sehat), dan tidak berlebihan. “quality life is equality life”. Sampai ketemu di SemNas berikutnya.

KeAgungan bagi-Nya; Cukup Allah saja bagiku dan Dia Penjaga Terbaik. Laa hawla wala quwwata illa billaah. Allah, Sang Maha Tinggi, Sang Maha Indah.

Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.
Wassalam

-Sambutan Ketua Umum IMMPPG Pusat-

-Penyerahan kenang-kenangan-

ENGLISH

Assalamu’alaikumw
Bismillah, The Existence Opener
Alhamdulillah, The Former of Any Existence
Laa ilaaha illaallah, The Absolute Unifying of Any Absence
Allahu Akbar, command is derived from Him and in Him is the return!

Hope the blessings of Allah be delegated to The first person that comes into existence and the first in existence, the Prophet Muhammad SAW; a person who opened the entrance for any presence of two witnesses: witness and watch; someone who knows the secret and manifest light, True Purpose and intent; a person elected with the highest level specified in the realm of creation; The most sacred and noble spirit as well as the most perfect light and shine bright.

In the middle of most people no longer cared where it came from food, energy sources, source of nutrition, a lot of interesting information on Natioanal Seminar of halal and food safety IMMPPG Poltekes Malang, Sunday 11/12. Authors elaborate in the following composition; Mr. Agus Heri Santoso, STP. M.si in his presentation on ‘Healthy Foods’ explains that halal food is not just talk in scope than we entered into a puddle of it submerged just antecedent to the heel alone, but it is a discussion of a building who can enter into it. Once the breadth and depth of this discourse halal food. to the extent that God gives to us a special love letter titled ‘The Dish’ (Al Maidah).

Such methods as are the scholars of the Prophet SAW imitate him, that in describing something must be there for comparison. Such faith and shirk and kufr gratitude, obedience and disobedience, etc. Ibn Jauzi have healthy boundaries by presenting a comparison, sick. According to pain is a condition of inability of the body or body part do their job perfectly. Our eyes can see perfectly without glasses, he is healthy, able to move forward with perfect feet, meaning it is also healthy. Liver that is not sincere worship, meant he was sick. In short, healthy food should be able to meet the appropriate proportions, providing the body with good nutrition.

What is the influence of food on health care? we do not need lectures in medicine to understand this. Simple, the food will be digested in the stomach. Absorbed by the intestine into nutrients or metabolic waste. The remains of it contains impurities, free radicals, and some toxins (poisons). Then transported by the blood, and then filtered by the kidneys and liver. That’s the reason why the blood is considered dirty and unclean classified. That is also why the blood of slaughtered animals who had to be removed until the end. It also leads to kidney failure who do not ever feel comfortable eating. Heart, Liver and Kidney, the three organs that is the terminal’ departure circulation of blood throughout the body. The Prophet said that every human act depends on the contents of his heart, then he pointed at the heart. Because he beats himself without control brains.

From Abu Hurairah r.a. Imam Muslim narrated to us that the Prophet never gave an example of a man who had traveled far, her hair disheveled and dusty, he tipped his hands to the sky: Ya Rabbi! Ya Rabbi! While he was eating a forbidden food, and clothes he was wearing from the forbidden treasure, he was raised from things that are haram, how could his prayers be accepted.

Then what is the effect of food on physical health? Ibn Qoyyum create 3 levels of food associated with the human body, namely: the level required, the level of adequate and excessive rates. As for the Prophets and Apostles belong to the first level, they should eat only when needed. “There is no vessel worse” the Prophet said in the history of Tirmizi “filled by humans, rather than her own belly. Suffice it to someone taking a couple of bites that can be straightened her spine, if he had to, so he can fill 1 / 3 stomach for food, one third for drink, and the third remaining to breath again. Quite a plate of rice 125 grams for a third of our stomach, 1 cup 230 ml of water to fill a third, and the rest allow it to breathe.

And eat foods that are lawful and good from what you’ve been given and fear Allah and believe in Him
(QS. Al Maidah:88)
Allah is good and does not grant (accept) except for the good. Stay look at what goes into our worst vessel (stomach). Halal, Thoyyib (healthy), and not excessive. “quality life is equality life”. See you at the next Seminar.
Glory to Him; enough for me to God and He is the Best Guard. Laa hawla wala quwwata billaah illa. Allah, the Most High, the Most Beautiful.
Alhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.
Wassalam
Advertisements
This entry was published on December 25, 2011 at 2:33 pm and is filed under Activities. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

23 thoughts on “Press Release Seminar Nasional Kehalalan Pangan Poltekes Malang

  1. betapa pentingnya memperhatikan akan hal ini
    makasih banyak ya…

  2. terima kasih infonya semoga kita hati hati

  3. Sayyidah 'Ali on said:

    halal dan thoyyib,, kadang kita memperhatikan halal, dan mengabaikan thoyyib, padahal keduanya tak bisa lepas, dengan satu sama lain dalam kesehatan,, terimakasih telah dingingatkan..

  4. Assalamu’alaikum, bersilaturahmi untuk menjalin ukhuwah dengan sahabat syahruramadhani. salam kenal dari ahsin di solo

  5. subhanallah… keren !!! two thumbs up 😀

  6. membaca info ini semakin menyadarkan bahwa kita sebagai konsumen harus lebih berhati2 dalam mengkonsumsi apapun..
    terima kasih
    ditunggu kunjungan baliknya ya
    happy blogging 🙂

  7. nice info. aplg skrg bnyk makanan yg subhat.. moga bisa lbh hati2 lagi..

  8. Anak2 juga harus diingatkan agar tidak jajan sembarangan karena banyak sekali jajanan yang dijual yang tidak memperhatikan nilai2 kesehatan sehingga dampaknya bisa merugikan kesehatan.

  9. like this ya…

  10. Halal secara dzat dan cara mendapatkannya… posting yang sangat bermanfaat, jazakallah.

  11. salam kenal yah gan , eh follow bog aku juga yah, blog anda udah saya follow trims 🙂

  12. semoga indonesia suatu saat jadi kiblat pangan halal dunia 😀

    semangat berjuang teman!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: