UNDER MY COVER

SESADAR SANG PENYELAM

..Sejak aku tiba di lembah air mata ini
Bahkan tak bisa ku katakan siapa diriku.
–Umar Al Khayyam-
***********************************************
Seorang pelancong bersiap menyelam di taman laut Bunaken. Dia telah mencawiskan segala keperluannya mulai dari pakaian selam, tabung oksigen, sepatu katak, sampai kacamata dan lampu dahi. Untuk ini semua dia sengaja memilih yang terbaik. Kualitas nomor satu. Baju selamnya dibuat dari bahan khusus yang nyaman dipakai, lentur sekaligus kuat. Sepatu kataknya sesuai desain terbaru yang amat mamudahkan mobilitas di bawah air. Dan, sorot lampu dahinya mampu menguatkan jarak pandang hingga beberapa depa.

Lalu byurr! Dia masuk ke dalam air dengan punggung terlebih dahulu. Beberapa saat dia berada di kedalaman 10 meter. Dan coba lihat! Ribuan ikan tetebar dalam bentuk, rerupa, warna, ukuran, dan jenis yang tak sanggup dihinggakan. Ada yang menyendiri, ada yang berkumpul-kumpul dalam koloni, ada yang malu-malu, dan ada yang mendekat-dekat tanpa takut. Di sekitarnya, bergeliang-geliut terumbu karang dan aneka ganggang. Segalanya warna-warni, lebih kaya dari pelangi, menyatu dalam harmoni dan paduan irama yang indah tak terlukiskan. Alangkah agungnya sang Maha Pencipta! “Subhanallah”, gumamnya seiring syukur di hati. Tetapi beberapa depa di depan sana dilihatnya sesosok tubuh bercelana kolor berkaos oblong berenang riang. “Hebat!”, gumamnya. Menyelam tanpa alat. Mungkin ada sensasinya tersendiri.

Beberapa saat menjelajah, turunlah penyelam kita ke kedalaman 20 meter. Segalanya mulai remang-remang. Lampu dahi mulai menyorot, dan serombongan ikan menyebar ketika dia mendekat, tapi kemudian menyatu lagi sembari menghindar darinya. Warna-warni satwa dan herba mulai berbeda di sini. Tak seceria di atas, namun agung dan berwibawa. “Allahu Akbar!” Di tiap lapis lautan, Allah tunjukkan kuasaNya yang menakjubkan. Termasuk, itu dia! Si celana kolor kaos oblong yang melambai-lambaikan tangan ketika ia mengacungkan jempol. “Luar Biasa!”, gumam penyelam kita.”Dua puluh meter dan dia sanggup pulang balik ambil udara ke permukaan!”.
Sekarang saatnya 30 meter! Dan rasa takjubnya kepada Allah bertambah syahdu. Juga kepada orang itu! Si celana kolor dan kaos oblong yang kini tegak di hadapannya, di kedalaman 30 meter! Tak sanggup menahan rasa kagum yang membuncah, ia beranikan bertanya sambil memeluk dan berteriak di telinganya, “Pak, Bapak hebat sekali ya! Luar biasa! Untuk sampai ke kedalaman ini saya harus pakai alat macam-macam yang sewanya mahal, juga tabung oksigen yang berat banget! Bapak kok bisa sih sampai sini tanpa alat?! Bagi saya, bapak adalah penyelam terhebat di dunia! Luar biasa!!”
Si bapak menggapai-gapai. Dan dengan tenaga penuh dia berteriak di telinga penyelam kita, namun terdengar lirih seperti sisa-sisa,
“Gua tenggelam, Goblokk!!”

Di lautan nikmat, dua makhluq berpisah,

Yang satu tenggelam, yang satu menyelam,
Kau tahu apa bedanya?
Lalu apa yang harus kita lakukan? Sederhananya, sadarlah!

Inspired by “Jalan Cinta Para Pejuang” Salim A. Fillah
Advertisements
This entry was published on August 12, 2011 at 6:25 am and is filed under Stories & Profiles. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

19 thoughts on “SESADAR SANG PENYELAM

  1. saya selalu kagum dengan pemandangan bawah laut, selalu pengen kesana.. tapi apa daya, mungkin saya akan menjadi orang tenggelam dulu baru bisa kesana, kagak bisa berenang soalnya.. 😦

  2. hmm, maknanya apa yah?

    *mikir….
    perlu persiapan dan bekal yang maksimal untuk hidup di akherat kah??

  3. subhanallah walhamdulillah…
    makasih banyak ya, duh senang saya membaca postingan ini

  4. Alam merupakan ayat-ayat Allah yang tidak tertulis.

  5. Kehidupan bawah laut memang indah dan mengagumkan. Tapi kasihan banget bapak2 yang tenggelam. Endingnya gimana, tertolongkah dia?

  6. Lautan adalah kiasan dimana kita belajar banyak dari situ. Selaksa permata yang tersimpan membuat kagum semua insan. namun tak banyak pula yang mengenal permata yang tersembunyi di dalmnya. sungguh luar biasa,.. makasi,.

  7. ole sebab itu kita harus menjaga alam dengan baik….salam hangat dan salam kenal…

  8. Taman laut bunaken salah satu tujuan wisata kami, keindahal alam bawah laut bila kita perhatikan sebuah keindahan yang tak terkira . Kapan ya kita kesana tapi ngomong ngomong si bapak itukan tegelam sang peyelam itu terus sadar ga bahwa si bapak tegelam. kalo ga asadar wah sibapak bisa mati dah. oya ada artikel yg kami terjemahkan berjudul Benefits of fasting (by dr Muhammad Ali toha Assegaf)

  9. Tunggu yang terbaru nieh,.

  10. Irfan Handi on said:

    Salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: