UNDER MY COVER

Berkah Bulan Suci dan Kemenangan

Marga Satwa tak berbunyi
Gunung menahan nafasnya
Anginpun berhenti
Pohon-pohon tunduk dalam dekap malam
pada bulan suci, Qur`an turun ke bumi

-Bimbo; Lailatul Qadr-
**********************************************

Begitu banyak berkah pada saat kita berpuasa salah satunya sains modern yg mencatat, bahwa 1 hari puasa dapat menguras racun yg terakumulasi dalam tubuh selama 10 hari. Pada pertengahan setiap bulan tepatnya tanggal 13, 14, dan 15 adalah kondisi di mana kedaan emosi setiap orang berfluktusi tajam, bagi mereka yg merasa stress, sedih, berduka, dan marah, kebanyakan mengalami puncaknya pada tanggal-tanggal itu. “Jika kamu berpuasa tiga hari dari satu bulan,” demikian Nabi berpesan dalam Riwayat At Tirmidzi “maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” Adapun istilahnya kita kenal dengan puasa Ayyamul Bidh.

Ada korelasi kuat antara Ramadhan dan Kemenangan. Ingatlah pada suatu ketika dua bendera berkibar di gunung Abu Qubais. Di atas untanya Sang Nabi duduk dengan kepala tertunduk, “Fasabbih bihamdi Robbika wastaghfirh….” Matanya menitikkan bening yg syahdu. Allah memenangkannya hari ini, dan kedua bendera itu berkibar.

Di salah satu sayap ada Sa’d ibn ‘Ubadah, membusungkan dada dengan penuh kebanggan. Tatapan matanya tajam berkilat. Hari ini, dengan keislamannya, ia merasa mulia di hadapan Makkah yg tiba-tiba terasa kecil dan takluk kepada wadya Madinah yg dipimpinnya. “Hari ini adalah hari menangnya kebenaran dan hancurnya kebatilan.” katanya. Bendera yg dihela tangan kanan mengembang, tegak dan gagah. Bendera yg berdarah-darah melindungi risalah, membela persaudaraan, dan kini mengantarnya pada sebuah kemenangan; Bendera Anshar.

Pada sayap lain, Az-Zubair ibn Al ‘Awwam tegak khidmat di atas kudanya. Berjuta rasa berkecamuk di dadanya. Pada Makkah kota dengan selaksa kenangan. Bayangan kanak-kanaknya penuh tawa berselebat dengan bayangan darah dan air mata saat ia dan sejawatnya menegakkan Islam pertama kali, di sana, di titik itu yg kini sedang ditatapnya dengan berkaca-kaca, di dekat Ka’bah yg mulia. Bendera yg dipegangnya meliuk-liuk rindu, bergetar oleh angin nostalgia yg tak terkatakan. Bendera itu, bendera yg mendampingi Nabi sejak mula dia didustakan. Bendera yg terusir dari tanah airnya; Bendera Muhajirin.

Ketika Akhirnya Makkah jatuh, kedua bendera itu menyatu, dengan khidmat dan kemudahan yang mengawali berkah pada bulan suci, Qur`an turun ke bumi.

Dan ingatlah suatu ketika Badar digegap kecamuk pertempuran. Selagi kedua golongan berbenturan. Mereka senasab namun tersekat akidah. Sosok itu, berpakaian putih sambil menunggang kuda yg perkasa, berseliweran antara langit dan bumi. Kuda itu tidak meninggalkan jejak sedikitpun dan tidak menginjak apapun. Sosok itu, Jibril a.s. bersama 70.000 malaikat yg membersamainya, diutus untuk sebuah urusan yg mesti ditetapkan. saat itu, wangsa Quraisy justru menyerahkan pundak-pundak mereka. Darah bersimbah ruah, kejayaan mereka tumbang di tangan Bani Najjar.

Ketika akhirnya kejahatan dikoyak dan kebenaran dimenangkan, dengan khidmat dan kemudahan yang mengawali berkah pada bulan suci, Qur`an turun ke bumi.

Ingatlah pula suatu ketika Pegangsaan Timur hari itu cerah, sang pengibar bendera, Ilyas Karim namanya. matanya teduh menghadap matahari. Dihela dan dibentangkannya bendera itu. Ia tatap warna merahnya membuat semangatnya bergelora meledakkan, warna putih di bendera itu menghangatkan hati hingga meleleh meluncur bersama air matanya. Bendera itu, Bendera yg berdarah-darah melindungi wadya Pribumi, Bendera yg membela persatuan Ibu Pertiwi dan kini mengantarnya pada sebuah kemerdekaan; Bendera Indonesia.

Ketika itu, hari ke-17 Agustus juga bertepatan dengan hari ke-17 Ramadhan, betapapun tahun ini demikian, kita mengenangnya dengan khidmat dan kemudahan yang mengawali berkah pada bulan suci, Qur`an turun ke bumi.

“Ah, surga masih jauh.” tulis Salim A. Fillah dengan bukunya Dalam Dekapan Ukhuwah. Oleh karena itu, mari mengejarnya, mengejar kemenangan dengan memaksimalkan kebaikan-kebaikan dibulan suci ini. Kalau ada Indonesia Mencari Bakat maka kita punya Ramadhan Mencari Bakat, Kalau teman-teman Al Akh punya Mabit (Malam bina iman & taqwa) maka kita juga punya Bubit (Bulan bina iman dan taqwa), Sang Pemilik Waktu telah menyiapkan Pesantren Kilat untuk kita, Dia memilih waktu satu bulan dalam setahun. Dan Dia melihat siapa yg akan menjadi alumni-alumni terbaik tahun ini.

Hidupku untukMu, apalagi matiku. Wahai Sang Cinta, penuhi hati kami dengan cinta dariMu, dengan khidmat dan Kemudahan yg mengawali berkah pada bulan suci, Qur`an turun ke bumi.

Advertisements
This entry was published on August 1, 2011 at 10:13 am and is filed under Activities. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

26 thoughts on “Berkah Bulan Suci dan Kemenangan

  1. sayyidahali on said:

    amien amien amien ya Robbal ‘alamien…

  2. innashsholatii wa nusuki wa mahyaya wamamati lillahirobbil’alamin….

  3. Semoga kita bisa memaksimalkan diri di bulan Ramadhan ini ya, Akh.

  4. Semoga Allah menerima puasa kita…. Amin…

  5. mantb, tulisanny bgus dan lengkap

  6. iyaa bener yaa, Ramadhan tahun ini sama kayak Ramadhan pas tahun 1945 dulu.. subhanallah..

  7. Subhanallah…speechless saya..

  8. Alhamdulillah, banyak pengetahuan yang saya dapat setelah baca artikel ini.. terutama tentang puasa Ayyamul Bidh, yang jujur saja saya baru tahu sekarang

    matur nuwun mas.. salam kenal dari Jember

  9. Iya…syurga masih jauh, kita masih berjalan pada perjalanan yang begitu panjang…

  10. ‘afwan akh, antum guru ya?
    materi2 nya mantap2 pisan..

    ana boleh minta referensi ga?

    ana ingat nasihat guru ana, “teruslah menebar kebaikan krn syurga terlalu luas tuk dihuni sendiri”..
    subhanalloh, syukron sudah mengingatkan..

    • bukan ane cuman manusia biasa,, mahasiswa biasa maksute,. hehe
      tafadol,, apa yg ant perlukan disini silakan ambil…
      Jazk… 🙂

      • aih merendah pula..

        tetep aja mampu menjdi guru tapi tak menggurui..
        hehe okay deh, ana asal save aja ya. hehe.. syukron..
        btw an ad tulisan, sekalian promo nih, eheh..

  11. Marhaban Ya Ramadhan om ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: