UNDER MY COVER

Maaf

Betapapun sakit hatimu..
Hingga nafas menyesak naik ke kerongkongan..
Maafkanlah mereka..
Karena dendam hanya akan membuat masalah jadi bagian dari masa depan..
Karena satu huruf kata maaf yang terdengar menjadikanmu orang paling mulia sedunia..
Diakui seluruh makhluk dari puncak langit hingga dasar bumi.
 
Meski bening nalurimu bergema lirih:
“Tidak membenci, mungkin. Tapi mencintai..?”
“Memaafkan, mungkin. Tapi melupakan..?”
Ah, jauh di sana tataplah dirimu berbeda.
Bukan untuk maaf,
Namun biarkanlah ia berhenti di titik keikhlasan
Meloncati rasa suka & tak suka.
Melampaui batas cinta & benci.

Ikhlas bermakna sebuah perjalanan, perjalanan menemukannya.
Karena bukankah memaafkan itu sebuah kata kerja..?
Biarlah perasaan hati menjadi makmum baginya.
Meski di awal2, sajak ini terasa berat.
Amalkanlah.. Sampai lelah, sampai kau payah, sampai keringat & darah tumpah, sampai kau temukan satu kebenaran di antara jutaan yg salah.

Maka tuliskan “maaf” di atas air.
Menjadi gelombang kecil, kecil saja.
Di permukaan, meriak & menghilang.
Lalu yg tampak hanya wajahmu kehausan.

Atau..

Terkadang tulislah ia di atas pasir.
Agar angin keikhlasan menerbangkannya jauh dari ingatan.
Terhapus, bersama butir pasir ketulusan..
Sebab yakinlah.
Mata airnya adalah niat baik dari hati yg tulus.
Alirannya adalah kerja yg terus menerus.

Alkisah:
Malam begitu pekat, dingin serasa membekukan sumsum. Hawa ketakutan, dendam, masih menggayut di tiap lapisan udara kota. Gerisiknya menghantui hati, mencekam dalam bayang_bayang kehancuran & kebinasaan.
Hingga tiap orang membungkus tanya berharap cemas kapan keadaan kembali normal..?

Sederhananya, sadarlah..!
& Maafkan..!

“Maka berkat rahmat Allah lah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka.  Sekiranya engkau berlaku keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka & mohonkanlah ampunan untuk mereka, & bermusyawarahlah dg mereka dalam urusanmu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah menyukai orang yg bertawakkal.”
(Ali ‘Imran : 159)

Dedicated to:
“Sahabatku yg pernah sakit hati, kecewa, dipecundangi, dikucilkan, dilecehkan, & didustakan dalam hidup..”
“Tersenyumlah, seluruh dunia akan tersenyum bersamamu, jangan bersedih karena kau hanya akan bersedih sendirian.”
Advertisements
This entry was published on May 17, 2011 at 11:27 am and is filed under Stories & Profiles. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: