UNDER MY COVER

Raih Keikhlasan diBulan Dzulhijah dengan Berbagi pada Sesama

Gemuruh takbir berkumandang lebih syahdu saat fajar ke-10 bulan Dzulhijah. Bening pagi masih membasahi jalanan kota Malang yang licin, dari FTP mereka keluar. Setelah sholat Ied, beberapa laskar LKM FTP yang tergabung dalam kepanitiaan Gema Dzulhijah bergerak menuju dusun Mbiru desa Gunungrejo, Singosari. LKM FTP yang dipelopori FORKITA bekerjasama dengan Yayasan Amal Sosial Ash-Shohwah (YASA) merangkum sebuah acara bermomentum Idul Adha dengan konsep yang berbeda dari biasanya.

Kurban, Sembako murah, pakaian murah, serta Sosialisasi tematik gizi dan keamanan pangan, menjadi rangkaian kegiatan yang berlokasi di sebuah panti asuhan tepat di dusun tersebut. Dihadiri oleh lebih dari 50 warga sekitar membuat acara tidak terkesan formal melainkan suasana kekeluargaan yang kental. Kemeriahan saat potong-memotong daging sapi dan kambing berpadu dengan kebahagiaan anak-anak panti. Persis seperti sebuah ramah-tamah yang dicampur dengan canda tawa ibu-ibu peserta sosialisasi. Begitu juga dengan pembagian sembako dan pakaian. Seluruh peserta larut dalam kedekatan antar sesama. Keceriaan itu berlanjut seraya gemuruh takbir terus dikumandangkan sampai Dzuhur tiba dan acara ditutup dengan prosesi sederhana namun penuh makna.

“,,Gema Dzulhijah sipP..
Tak perlu ditingkatkan untuk tahun depan..“

_Imam Arif Rahcman C.M. (Ketum FORKITA)_

FORKITA selama ini memang tidak rutin menyelenggarakan acara Gema Dzulhijah. Ada kesungguhan dikepengurusan tahun ini, bahwa sebagai lembaga khusus yang bergerak di ranah keagamaan, momentum Idul Adha tidak boleh terlewatkan. Walaupun masih dalam proses pembelajaran kita harus berani membawa imej LKM FTP ke tengah masyarakat dan membaur bersama mereka. Harapan bersama semoga acara semacam ini dapat terlaksana kembali dan menjadi agenda wajib dalam Proker Lembaga.

Akhi, Ukhti, yang meniti jalan menuju Allah dalam kebersamaan. Kita telah memperoleh buah dari perjalanan menemukan keikhlasan. Percayalah sepenuhnya dan imani bahwa disisiNya ada ampunan dan pahala yang besar. Tetapkan hatimu layaknya benih yang mengluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya, selalu menghadapkan dirinya ke langit dan menyebarkan wewangian ke alam sekitarnya. Tegak dalam baris kemanusiaan. Karena ikhlas bermakna sebuah perjalanan, perjalanan menemukannya.

Maka ku tuliskan kebajikan di atas air.
Menjadi gelombang kecil, kecil saja.
di permukaan, meriak & menghilang.
Lalu yang tampak hanya wajahku kehausan.

Atau..

Terkadang ku tulis ia di atas pasir.
Agar angin keikhlasan menerbangkannya jauh dari ingatan.
Terhapus, bersama butir pasir ketulusan..

_Salim A. Fillah_


(post by Syahru Al Banjari)

:: Foto lengkap lihat di flickr

Advertisements
This entry was published on November 25, 2010 at 7:09 am and is filed under Activities. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: