Menulis adalah menyusun kata kunci tuk buka khazanah akal; sekata tuk sealinea, sekalimat tuk se-bab, separagraf tuk sekitab. Demikianlah kita fahami kalimat indah Asy Syafi’i; ilmu adalah binatang buruan, & pena yang menuliskan adalah tali pengikatnya
=================================================
Ust. Salim Akhukum Fillah*
Sobat blogger, tak puas rasanya terus-terus saya berbagi tulisan tanpa menjadi orang pertama yang mengamalkannya. Persembahan untuk dunia tulis-tulis dan corat-coret, kali ini saya mengundang seseorang. a special someone Penulis muda yang telah me”wara-wiri”kan tulisannya ke mana-mana. Ia akan berbagi tips, trik, memberi dan beretorika positif, walaupun tidak mengarah kepada teknis namun ini akan mencerahkan penggambaran kepada kita sedikit demi sebukit tentang “MENULIS”.
Menulis adalah mengikat ilmu & pemahaman. Akal kita sebagai kurniaNya, begitu agung dayanya menampung sedemikian banyak data-data. Tapi kita kadang sulit memanggil apa nan telah tersimpan lama; ilmu dahulu itu berkeliaran & bersembunyi di jalur rumit otak kita. Menulis juga jalan merekam jejak pemahaman; kita lalui usia dengan memohon ditambah ilmu & dikaruniai pengertian; adakah kemajuan? Itu bisa kita tahu jika kita rekam sang ilmu dalam lembaran; kita bisa melihat perkembangannya hari demi hari, bulan demi bulan. Jika tulisan kita 3 bulan lalu telah bisa kita tertawai; maka terbaca adanya kemajuan. Jika masih terkagum juga; itu menyedihkan. Lebih lanjut; menulis adalah mengujikan pemahaman kepada khalayak; yang dari berbagai sisi bisa memberi penyeksamaan & penilaian.
Read more



